Teori Evolusi x Radioaktif


kalo bicara teori evolusi, enaknya ngomongin darwinisme, tapi siapa sangka si darwinisme ini punya ‘masalah’ dengan si radioaktif!

VS

Aji mumpung sekarang di sekolah lagi belajar tentang evolusi (udah beres sih sebenernya mah), mari kita jilat lebih dalam lagi…

Terinspirasi dari buku national geographic edisi februari 2009, yang judulnya “What Darwin Didn’t Know”, disana dibahas tentang teori evolusi darwin, sampai teori darwin modern dan ternyata teori evolusinya darwin itu masih bisa dipatahkan oleh beberapa hal, tapi tidak untuk teori darwin modern yang kuat karena pergabungan antara konsep hereditas Gregory Mendel dengan teori evolusinya darwin.

Sebelum ke klimaks pertentangan teori evolusi dengan radioaktif, mari kita simak dulu sejarah teori darwin sedikit..

Darwin adalah seorang mahasiswa dari universitas Cambridge yang mengambil jurusan dokter, tapi dia sebenernya ogah ngambil jurusan itu karena gak sesuai dengan minatnya, maka dari itu dosennya yang mengetahui hal itu, suatu saat ada pelayaran kapal laut H.M.S. Beagle yang berekspedisi di sepanjang Amerika Selatan untuk memetakan pelabuhan dan garis pantai, dan mendiang pak Darwin disuruh ikutan pelayaran itu sambil mengeksplorasi binatang-binatang dan tetumbuhan yang ada di Amerika Selatan, karena sebenernya mendiang Darwin punya minat yang besar ke ilmu biologi yang menyangkut perbinatangan dan pertumbuhan :p.

Kalo di textbook SMA, Darwin itu dapet petunjuk buat teori evolusinya dari paruh burung finch yang berbeda-beda di tiap pulaunya (kepulauan Galapagos) yang katanya bisa berbeda-beda gara-gara seleksi alam. Padahal petunjuk pertama mendiang Darwin bukan langsung dari perbedaan paruh burung finch, tapi dia  mulai mikir tentang evolusi itu sejak dia meneliti fossil Toxodon platensis saat beliau berada di Punta Alta, Amerika Selatan. Jauh sebelum dia sampai ke kepulauan Galapagos. (oiya nanti saya bakalan ngebahas perjalanan bapak darwin selama di kapal H.M.S. Beagle, dia ngapain aja disana.. tunggu posting berikutnya)

<–tengkorak Toxodon platensis

<– tengkorak gajah <–tengkorak tikus

Mendiang bapak Darwin membeli fossil itu dari seorang petani Uruguay, yang kata Darwin fossil tengkorak itu bentuknya mirip tengkorak tikus + tengkorak gajah, aneh memang.. kata pak Darwin juga mungkin Toxodon ini. Semenjak itu pak Darwin mikir, kok bisa ya ”satwa yang sekarang mirip dengan fossil satwa yang udah punah?”. Selain Toxodon platensis, pak Darwin juga membandingkan fossil-fossil lain dengan satwa sekarang, seperti kesamaan spesies Glyptodont dengan Armadillo, dan juga fossil makhluk pengerat kuno (ancient rodents) dengan spesies Agoutis yang hidup di jaman sekarang, dan juga burung unta dengan spesies rhea di Amerika Selatan. Sejak itulah ide teori evolusi terpikirkan oleh Darwin, jadi Darwin mengetahui konsep evolusi jauh sebelum dia sampai ke Galapagos.

(Glyptodont) (Armadillo)

(Ancient Rodent) (Agoutis)

(Burung unta) (Rhea americana)

Paul D. Brinkman adalah seorang paleontologist yang mengamati teori evolusi Darwin, dan dia juga yang mengemukakan bahwa Darwin mengetahui konsep evolusi secara ‘personal’ jauh sebelum ke Galapagos. Dan dia juga yang mengatakan bahwa Darwin banyak merenung untuk berpikir apa kunci dari semua petunjuk-petunjuk yang ia temukan, dan ternyata Darwin menemukan kuncinya, yaitu Transmutasi.

Hal inilah yang yang tidak masuk diakal dari teori evolusinya Darwin. Kata Darwin, makhluk hidup berevolusi secara perlahan-lahan sekali karena adanya perubahan yang disebabkam oleh transmutasi. Padahal pada tahun 1906, bidang studi radioaktif telah berkembang dan perhitungan peluruhan zat radioaktif telah ditemukan. Berdasarkan pengukuran peluruhan zat radioaktif, mengungkapkan bahwa Bumi ini umurnya milyaran tahun dan waktu untuk makhluk hidup terus berevolusi itu waktunya tidak cukup hanya milyaran tahun. Menurut Darwin, biodiversitas (keanekaragaman makhluk hidup) terbentuk karena evolusi melalui seleksi alam, sementara yang namanya evolusi itu progres nya sangat lama dan lambat sekali dan bahkan ada orang yang bilang evolusi itu tidak logis, karena bila ada makhluk hidup yang bersikeras ingin adaptasi di lingkungan yang baru, mungkin makhluk hidup itu udah keburu mati sebelum terjadi sebuah evolusi. Radioaktif mengatakan bahwa bumi hidup milyaran tahun, tapi Darwinisme minta lebih -____-” eitss tidak bisa! .

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s