Radioaktif? Apaan tuh??


Apa itu Radioaktif ? Sebelum kita memulai pembahasan tentang radioaktif, mari kita membaca doa menurut kepercayaan masing-masing agar apa yang akan kita baca nanti dapat bermanfaat. Amin ..

Kita mulai pelan-pelan yah. Sebelumnya teman-teman masih pada inget ga kalau atom terdiri atas inti dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya? Nah, reaksi kimia biasa hanya melibatkan elektron pada kulit atom, sedangkan inti tidak mengalami perubahan. Reaksi yang menyangkut perubahan susunan inti atom disebut reaksi inti. Reaksi inti ada yang terjadi secara spontan dan ada juga yang terjadi karena buatan. Reaksi inti spontan terjadi pada inti yang tidak stabil dan akan memancarkan energi untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.

Energi yang dipancarkan oleh inti tidak stabil ini disebut radiasi. Unsur yang mengandung inti tidak stabil disebut unsur radioaktif. Zat yang mengandung unsur radioaktif disebut zat radioaktif. Gimana teman-teman? Pada ngerti ga? Semoga pembahasannya ga bikin bingung yah. Kita lanjutin lagi oke.

Selanjutnya kita akan membahas tentang keradioaktifan. Apa itu keradioaktifan? Keradioaktifan adalah radiasi yang terjadi secara spontan. Pada tahun 1869 Henry Becquerel menemukan unsur radioaktif yang memancarkan sinar berdaya tembus tinggi dengan sendirinya tanpa harus disinari terlebih dahulu(spontan). Unsur radioaktif tersebut adalah uranium. Jadi unsur radioaktif yang pertama kali dikenal adalah uranium. Henry Becquerel terilhami oleh W.C. Rontgen yang telah menemukan sinar X. W.C. Rontgen menemukan bahwa sinar katode menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus tinggi yang dapat menghitamkan film foto walaupun film tersebut terbungkus kertas hitam.

Karena mempunyai daya tembus yang sangat kuat, sinar X digunakan untuk rontgen yaitu untuk mengetahui keadaan organ tubuh bagian dalam. Selanjutnya pada tahun 1898 Marie Curie bersama dengan Pierre Curie menemukan dua unsur radioaktif lain dari bantuan uranium yaitu polonium dan radium. Jika ada yang bertanya mengapa suatu unsur dapat bersifat radioaktif? Jawabannya sangat mudah karena sebelumnya kita pernah membahas arti dari radioaktif itu sendiri. Masih ingat kan bahwa reaksi inti spontan terjadi pada inti yang tidak stabil dan akan memancarkan energi (disebut radiasi) untuk mencapai keadaan yang lebih stabil. Nah, sebagian besar unsur-unsur mengandung isotop-isotop. Di antrara isotop-isotop unsur ini, ada yang inti atomnya tidak stabil sehingga inti atom yang tidak stabil secara spontan akan memancarkan energi, energi untuk apa teman-teman? Energi untuk mencapai keadaan yang lebih stabil. Hehe.

Sifat inilah yang dinamakan sifat radioakif. Teman-teman, ternyata banyak unsur yang isotopnya secara alami bersifat radioaktif. Semua isotop yang bernomor atom di atas 83 bersifat radioaktif. Unsur yang bernomor atom 83 atau kurang mempunyai isotop yang stabil, kecuali unsur teknesium dan promesium. Isotop yang bersifat radioaktif disebut radioisotope, sedangkan isotop yang tidak bersifat radioaktif disebut isotop stabil. Sejauh ini radioaktif telah banyak digunakan sebagai sumber radiasi maupun sumber tenaga. Apa saja penggunaan unsur radioaktif dalam kehidupan? Ingin tau jawabannya? Tunggu postingan selanjutnya ya. Ditunggu banget loh commentnya. Terimakasih

 

    • arifput
    • July 3rd, 2013

    boleh tnya ya?
    bagaimana keadaan unsur radioaktif di alam?
    dan apa yg menybabkan unsur itu mnjadi tidak stabil?
    mksiih🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s